UKD II
MANEJEMEN
DAN AKUTANSI FARMASI
DISUSUN OLEH:
DIANA PURNAWATI (M3511017)
D3 FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2013
SOAL 1
Jika
anda bekerja di sebuah apotek sebagai TTK, anda diberi tanggung jawab untuk
mengelola obat-obat psikotropika. Jelaskan alur penerimaan barang, cara
penyimpanan, hingga pelaporan setiap bulan. Buatlah contoh laporan psikotropika
jika di apotik anda ada 5 item obat psikotropika (anda boleh menentukan obat
apa saja dan sisa stok akhir bulan yang ada di apotek anda)
JAWABANYA
1. Alur
peneriamaan barang psikotropika
Menurut
Undang – Undang RI No.5 Tahun 1997. Pemesanan obat psikotropika dapat dilakukan
dengan menyertakan Surat Pesanan (SP) khusus dan dipisahkan dari SP obat- obat
lain. SP oabat psikotropika ini di buat rangkap tiga,hanya saja pemesanan obat
psikotropika dapat dopesan dari beberapa Pedagang Besar Farmasi (PBF) tertentu.
Penyerahan
psikotropika oleh apotek hanya dapat dilakukan kepada apotek lainnya, rumah
sakit, puskesmas, balai pengobatan, dokter dan pelayanan resep. Satu lembar
surat pesanan psikotropika dapat terdiri dari maksimal lima jenis obat
psikotropika.
Penyerahan psikotropika oleh
dokter sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilaksanakan dalam hal:
a. Menjalankan praktek
terapi dan diberikan melalui suntikan;
b. Menolong orang sakit
dalam keadaan darurat;
c. Menjalankan tugas di
daerah terpencil yang tidak ada apotek.
6. Psikotropika yang
diserahkan dokter sebagaimana dimaksud pada ayat (5) hanya dapat diperoleh dari
apotek.
2.
Cara penyimpanan obat psikotropika
Sampai ini penyimpanan untuk obat-obatan golongan
psikotropikabelum diatur dengan suatu perundang-undangan. Namun karena
obat-obatan psikotropika ini cenderung untuk disalahgunakan, maka disarankan
agar menyimpan obat-obatan psikotropika tersebut dalam suatu rak atau lemari
khusus yang terpisah dengan obat-obat lain, dan membuat kartu stok
psikotropika. Sebenarnya hampir sama dengan narkotika hanya saja, di simpan
dalam lemari dan tidak memerlukan kunci ganda, hanya 1 kunci saja. Dan kuncinya
di bawa oleh apoteker pengelola apotek atau penenggung jawab.
Untuk penetaanya sendiri, disesuaikan dengan bentuk
sediaan nya saja, bentuk sediaan solid, seperti kaplet dan tablet di tatruh dirak
palaing atas sendiri,selanjutnya di bawahnya sediaan semi padat, dan palaing
bawah sendiri adlah sediaan cair seperti syrup atau injeksi lainnya, hal ini
dilkukakn untuk meminimlisir resiko jatuh dan pecahnya suatu sediaan.
3. Pelaporan
Obat Psikotropika
Berdasarkan UU No. 5 Tahun 1997,
pabrik obat, PBF, sarana penyimpanan sediaan farmasi pemerintah, apotek, rumah
sakit,puskesmas, balai pengobatan, dokter dan lembaga penelitian dan
ataulembaga pendidikan, wajib membuat dan menyimpan catatan mengenai kegiatan yang berhubungan dengan psikotropika dan
wajib melaporkannya kepada Menteri Kesehatan secara berkala. Pelaporan psikotropika
dilakukan setahun sekali dengan ditandatangani oleh APA dilakukan secra berkala
yaitu setiap setahun kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dengan tembusab
kepada Kepala Dinas Kesehatan setempat dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan.
LAPORAN PENGGUNAAN PSIKOTROPIKA
Nama
Apotek : APOTEK DIANA FARMA NO TELEPON : 0271333882
NO
SIA : 07082001 BULAN :
Maret
|
NO
|
NAMA OBAT
|
SATUAN
|
PERSEDIAAN
AWAL BULAN
|
PEMASUKAN PBF
|
JUMLAH
|
PENGELUARAN
|
PERSEDIAAN AKHIR BULAN
|
KET
|
|||||
|
TGL
|
DARI
|
JUMLAH
|
RESEP
|
LAIN2
|
JML
|
||||||||
|
1
|
Diazepam
|
Tablet
|
27 Tablet
|
10
|
KF
|
16
|
26
|
15
|
-
|
15
|
11
|
-
|
|
|
2
|
Valium
|
Tablet
|
20 Tablet
|
11
|
AAM
|
19
|
30
|
25
|
-
|
25
|
5
|
-
|
|
|
3
|
proneuron
|
Tablet
|
16 Tablet
|
15
|
KF
|
10
|
25
|
15
|
-
|
15
|
10
|
-
|
|
|
4
|
Venobarbital
|
Tablet
|
11Tablet
|
20
|
dexamedika
|
11
|
31
|
27
|
-
|
27
|
4
|
-
|
|
|
5
|
MDMA
|
Tablet
|
45Tablet
|
6
|
KF
|
20
|
26
|
20
|
-
|
20
|
6
|
||
ALAMAT :
Jl. Kihajar Dewantara No. 3 Surakarta
Surakarta, 1
April 2013
Apoteker
Pengelola Apotek
TTD
(Diana
Purnawati, S. Farm., Apt)
Skenario
1 :
Apotek RF melakukan
stock opname pada akhir tahun, pada saat stock opame ditemukan Codipront kapsul
yang sudah rusak sebanyak 10 kapsul karena kemasan yang sudah tidak baik.,
selain itu di lemari penyimpanan juga ditemukan MST yang akan ED pada akhir
bulan ini. Apotek tersebut bekerja sama dengan dokter gigi, dan anak. Bagaimana
langkah yang akan anda lakukan untuk menghindari kerugian karena obat
kadaluarsa dan penanganan terhadap obat yang sudah rusak?Jika anda melakukan
pemusnahan buatlah BAPnya!
JAWABAN
1.
Cidipront kapsul yang rusak sebanyak 10
kapsul karena kemasan yang sudah tidak baik, cara penanganannya adalah :
Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia, No.1332/MenKes/SK/X/2002 pasal 12 ayat (2) disebutkan bahwa
sediaanfarmasi yang karena sesuatu hal tidak dapat digunakan lagi atau dilarang
digunakan harus dimusnahkan dengan cara dibakar atau ditanam atau dengan cara
lain yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan.Menurut Peraturan Menteri Kesehatan
Republik IndonesiaNo.922/MenKes/Per/X/1993 pasal 13 menyebutkan bahwa
pemusnahan sediaan farmasi dilakukan oleh Apoteker Pengelola Apotek atau apoteker
pengganti dibantu oleh sekurang-kurangnya seorang karyawan apotek yang bersangkutan, disaksikan oleh
petugas yang ditunjuk Kepala POM setempat. Pada pemusnahan tersebut wajib
dibuat berita acara pemusnahan dengan menggunakan formulir model
APT-8,sedangkan pemusnahan obat-obatan golongan narkotik dan psikotropikawajib
mengikuti ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Berdasarkan UU No. 5 Tahun 1997 pasal 53 tentang psikotropika,pemusnahan
psikotropika dilakukan bila berhubungan dengan tindak pidana, diproduksi
tanpa memenuhi standar dan persyaratan yang berlaku dan atau tidak dapat
digunakan dalam proses psikotropika,kadaluarsa atau tidak memenuhi syarat untuk
digunakan pada pelayanan kesehatan dan atau untuk kepentingan ilmu
pengetahuan.Pemusnahan psikotropika wajib dibuat berita acara dan disaksikan
oleh pejabat yang ditunjuk dalam waktu 7 hari setelah mendapat kepastian.
Berita acara pemusnahan tersebut memuat:
a. Hari,
tanggal, bulan dan tahun pemusnahan
b. Nama
pemegang izin khusus atau apoteker pengelola apotek
c. seorang saksi dari pemerintah dan seorang
saksi lain dariapotek tersebut
d. Nama dan
jumlah psikotropika yang dimusnahkan
e. Cara pemusnahan
f. Tanda tangan
penanggung jawab apotek dan saksi-saksi
2.
MST yang akan ED dapat di tangani dengan cara
:
a. Karena
kita bekerja sama dengan dokter gigi dan anak maka kita menawarkan kepada
dokter gigi dan anak
b. Di
kembalikan ke PBF jika ada surat perjanjian dengan PBF
c. Apabila
dengan cara tersebut tetap tidak bisa maka oabat harus di musnahkan. Cara
pemusnahahnya harus sesuai dengan undang – undang yang berlaku
BERITA ACARA PEMUSNAHAN OBAT
Pada
hari Minggu Tanggal 28 April Tahun 2013, sesuai dengan Keputusan Menteri
Kesehatan Nomor .1332/MENKES/2002, tentang ketentuan dan tat cara pemberian
izin Apotek , kami yang bertanda tangan di bawah ini :
1. Apoteker
Pengelola Apotek :
Nama
: Diana purnawati
S.Farm.,Apt
Nomor
SIPA : 19287300553
Alamat : Jl. Kedung Waru No.4 Surakarta
Nama
Apotek :
DIANA FARMA
Alamat
: Jl. Kihajar
Dewantara No.3 Surakarta
2. Dengan
disaksikan oleh :
Nama : Drs.Agus Pujiono,Apt
Nip : 678392076482792
Pangkat :
Penata Tinggkat I/III d
Jabatan :
Kepala Seksi Registrasi, Akreditasi, Sertifikasi dan
Farmamin Dinas Kesehatan Kabupaten Surakarta
Nama : Dra. Pipit Raharjo
NIP :379287482749284
Pangkat
: Penata Tinggak
I/II d
Jabatan
: Staff Registrasi,
Akreditasi, Sertifikasi dan Farmamin
Dinas Kesehatan Kabupaten Surakarta
Nama
: Amril Hasan,
Amd
No.
/SIKTTK : 64824767289
Jabatan
: Asisten Apoteker
Telah
melakukan pemusnahan obat sebagai mana terlampir
Dengan
cara :
Dibakar
Tempat
melakukan pemusnahan : Gedung
Prinbunan
Alasan
melakukan pemusnahan : Obat Sudah
Kadaluarsa
Berita
acara Ini dibuat dalam rangkap 6 (enam) dan dikirim kepada :
1. Kepada
Badan Pengawasan Obat dan Makanan di Jakarta
2. Direktur
Jendral Pelayanan Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes RI
3. Kepala
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah
4. Kepala
Balai Besar POM di Semarang
5. Kepala
Dinas Kesehatan Kabupaten Surakarta
6. Arsip
Surakarta , 1 April
2013
Yang membuat Berita
Acara
Apoteker Pengelola
Aoptek
TTD
Diana Purnawati
S.Farm,, Apt
SIPA : 19287300553
Saksi – saksi :
1. Drs.Agus
Pujiono,Apt : Kepala Seksi Registrasi, Akreditasi, Sertifikasi dan
Farmamin Dinas Kesehatan
Kabupaten Surakarta
2. Dra.
Pipit Raharjo : Staff Registrasi, Akreditasi, Sertifikasi dan Farmamin
Dinas Kesehatan Kabupaten Surakarta
3. Amril
Hasan, Amd : Asisten Apoteker
LAMPIRAN
BERIATA ACARA PEMUSNAHAN OBAT
|
No
|
Nama Obat
|
Satuan
|
Jumlah
|
Nilai Rupiah
|
Keterangan
|
|
1
|
Codipront kapsul
|
Tablet
|
10
|
60.000
|
ED
|
|
2
|
MST
|
Tablet
|
36
|
360.000
|
ED
|
|
3
|
Codein
|
Tablet
|
14
|
493.000
|
ED
|
|
4
|
Morfin
|
Tablet
|
16
|
625.000
|
ED
|
Surakarat, 1 April 2013
Yang Menerima , Yang Menyerahkan
Apoteker
Pengelola Apotek
TTD TTD
(Drs.Agus
Pujiono,Apt) (Diana
Purnawati S.Farm,, Apt)
NIP : 678392076482792 SIPA : 19287300553
Saksi – saksi :
1. Drs.Agus
Pujiono,Apt : Kepala Seksi Registrasi, Akreditasi, Sertifikasi dan
Farmamin Dinas Kesehatan
Kabupaten Surakarta
2. Dra.
Pipit Raharjo : Staff Registrasi, Akreditasi, Sertifikasi dan Farmamin
Dinas Kesehatan Kabupaten Surakarta
3. Amril
Hasan, Amd : Asisten Apoteker